Kamis, 21 Mei 2015

E-Commerce



BAB I

PENDAHULUAN


1.1.  Latar Belakang

 Teknologi menjadi ciri khas pada era globalisasi saat ini, sehingga terbentuknya transparansi di berbagai bidang, terutama di bidang teknologi informasi. Informasi yang cepat dan akurat merupakan suatu bentuk informasi yang sangat dibutuhkan oleh masyarakat.
Seiring dengan kemajuan teknologi informasi tersebut, menyebabkan masyarakat dunia mengenal suatu teknologi yang dinamakan Internet. Dengan meledaknya penggunaan Internet menyebabkan munculnya teknologi e-commerce yang berbasis teknologi Internet. Di mana e-commerce adalah kegiatan membeli dan atau menjual barang dan jasa secara elektronik melalui jaringan Internet.
Electronic Commerce atau e-commerce, merupakan bagian penting dari perkembangan teknologi dalam dunia Internet. Pemakaian sistem e-commerce sangat menguntungkan banyak pihak, baik konsumen, produsen maupun penjual. Bagi pihak konsumen, menggunakan e-commerce dapat menghemat waktu dan biaya. Tidak perlu berlama-lama antri untuk mendapatkan suatu barang maupun jasa yang diinginkan. Selain itu, dapat diperoleh harga terkini dan bisa jadi harga barang atau jasa yang ditawarkan melalui e-commerce bisa lebhi murah dibandingkan dengan harga lewat perantara baik agen maupun toko, karena jalur distribusi barang dan jasa dari produsen ke konsumen lebih singkat.
Banyak perusahaan telah berpindah ke e-commerce dengan berbagai alasan. Salah satunya adalah kemudahan yang diberikan teknologi hingga menjadikan e-commerce sebagai alternatif perdagangan yang efisien dan efektif baik dari segi waktu, tenaga dan biaya. Secara ringkas e-commerce mampu menangani masalah berikut :
1.   Otomatisasi, proses otomatisasi yang menggantikan proses manual.(“enterprise resource planning” concept)
2.   Integrasi, proses yang terintegrasi yang akan meningkatkan efisiensi dan efektivitas proses. (“just in time” concept)
3.   Publikasi, memberikan jasa promosi dan komunikasi atas produk dan jasa yang dipasarkan. (“electronic cataloging” concept)
4.   Interaksi, pertukaran data atau informasi antar berbagai pihak yang akan meminimalkan “human error” (“electronic data interchange/EDI” concept)
5.   Transaksi, kesepakatan antara 2 pihak untuk melakukan transaksi yang melibatkan institusi lainnya sebagai pihak yang menangani pembayaran. (“electronic payment” concept)

1.2. Maksud Dan Tujuan

Maksud dari penulisan makalah ini adalah sebagai berikut :
1.   Memperkenalkan kepada pembaca mengenai E-Commerce.
2.   Agar pembaca dapat memanfaatkan teknologi E-Commerce ini.
3.   Sebagai referensi bagi pembaca dalam mempelajari tentang E-Commerce.
Sedangkan tujuan dari penulisan makalah ini yaitu untuk memenuhi tugas mata kuliah Etika Profesi Teknologi Informasi dan Komunikasi. Program Diploma Tiga (DIII) pada Akademik Manajemen Informatika dan Komputer BINA SARANA INFORMATIKA.

1.2.  Rumusan Masalah

1.   Pengertian dari E-Commerce itu apa?
2.   Seberapa penting penggunaan E-Commerce?
3.   Peluang dan hambatan penggunaan E-Commerce?
4.   Dampak E-Commerce terhadap pelaku bisnis?


BAB II

PEMBAHASAN


2.1. Pengertian E-Commerce

                Dalam bahasa Indonesia e-commerce diterjemahkan sebagai perdagangan elektronik atau e-dagang. Pengertian e-commerce dikutip dari wikipedia adalah penyebaran, pembelian, penjualan, pemasaran barang dan jasa melalui sistem elektronik seperti internet atau televisi, www, atau jaringan komputer lainnya. E-dagang dapat melibatkan transfer dana elektronik, pertukaran data elektronik, sistem manajemen inventori otomatis, dan sistem pengumpulan data otomatis.

            E-Commerce secara umum dapat diartikan sebagai transaksi jual beli secara elektronik melalui media internet. Selain itu, E-commerce juga dapat diartikan sebagai suatu proses berbisnis dengan memakai teknologi elektronik yang menghubungkan antara perusahaan, konsumen dan masyarakat dalam bentuk transaksi elektronik dan pertukaran atau penjualan barang, servis, dan informasi secara elektronik. Pengertian E-Commerce Menurut para ahli, antara lain :
1.      Onno W. Purbo dan Aang Wahyudi yang mengutip pendapatnya David Baum, menyebutkan bahwa: e-commerce merupakan suatu set dinamis teknologi, aplikasi dan proses bisnis yang menghubungkan perusahaan, konsumen dan komunitas melalui transaksi elektronik dan perdagangan barang.
2.      Yuan Gao dalam Encyclopedia of Information Science and Technology (2005), menyatakan E-Commerce adalah penggunaan jaringan komputer untuk melakukan komunikasi bisnis dan transksaksi komersial.
3.      Laudon & Laudon (1998), E-Commerce adalah suatu proses membeli dan menjual produk-produk secara elektronik oleh konsumen dan dari perusahaan ke perusahaan dengan computer sebagai perantara transaksi bisnis.
4.      Di website E-Commerce Net, E-Commerce didefinisikan sebagai kegiatan menjual barang dagangan dan/atau jasa melalui internet.

A.    Ciri-Ciri dan Komponen E-Commerce

                Website E-Commerce tidak sama dengan website lainnya ataupun dengan website yang disediakan untuk jual beli online seperti OLX, Berniaga. E-Commerce memiliki ciri khas dan komponen yang harus dimiliki. Ciri-ciri dari E-Commerce antara lain sebagai berikut :
a.    Mempunyai transaksi tanpa batas dan dapat di akses 24 jam penuh setelah website e-commerce ini di hosting dengan berada dalam lingkup internet.
b.   Barang yang ditawarkan tidak terbatas dan dapat berupa apapun.
c.    Berbagai fitur gratis yang lengkap.
d.   Terjadinya transaksi antara dua belah pihak.
e.    Adanya pertukaran barang, jasa/informasi.
f.    Internet merupakan media utama dalam proses/mekanisme perdagangan tersebut.
Adapun komponen-komponen yang harus ada dalam E-Commerce, yaitu :
a.    Electronic Data Interchange (EDI) adalah pertukaran data antara komputer antar organisasi.
b.   Digital Currency adalah untuk mempermudah dananya secara elektronik.
c.    Elektronic catalogs adalah antarmuka grafis (GUI) yang umumnya berbentuk halaman www berisi informasi tentang penawaran produk dan jasa.         

B.     Jenis-Jenis E-Commerce

                Adapun pada prakteknya E-Commerce ini dibagi menjadi 2 jenis berdasarkan karakteristiknya, yaitu :
  1. Business to Business, karakterirtiknya :
a.       Trading partners yang sudah saling mengetahui dan antara mereka sudah terjalin hubungan yang berlangsung cukup lama.
b.      Pertukaran data dilakukan secara berulang-ulang dan berkala dengan format data yang telah disepakati.
c.       Salah satu pelaku tidak harus menunggu rekan meraka lainnya untuk mengirimkan data.
d.      Model yang umum untuk digunakan adalah peer to peer, dimana processing intelleigence dapat didistribusika dikedua pelaku bisnis.
  1. Business to Consumer, karakteristiknya :
a.       Terbuka untuk umum dimana informasi disebarkan secara umum pula.
b.      Service yang digunakan bersifat umum sehingga dapat digunakan oleh orang banyak.
c.       Service yang digunakan berdasarkan permintaan.
d.      Sering dilakukan pendekatan system Client-Server (Onno W. Purbo & Aang Arif. W; Mengenal E-Commerce, hal 4-5).

Transaksi yang dilakukan didasarkan menjadi beberapa jenis, yaitu :
1.   Business-to-business (B2B) yang biasanya diterapkan pada transaksi bisnis, organisasi nirlaba atau pemerintah.
2.   Business-to-consumer (B2C) berupa transaksi E-commerce dimana pembelinya adalah individu.
3.   Consumer-to-consumer (C2C) disisni konsumen menjual secara langsung ke orang lain sebagai konsumen individu melalui periklanan elektronik atau auction site(lewat agen)
4.   Consumer-to-business (C2B) Dalam kategori ini individu menjual barang dan jasa ke perusahaan.

2.2.Alasan Menggunakan E-Commerce

Dengan memanfaatkan teknologi informasi dengan e-commerce, akan mendatangkan peluang yang luas terutama munculnya proses bisnis baru dan jasa/ produk baru dengan diperolehnya pasar baru bagi perusahaan/ organisasi yang menggunakan e-commerce. Terjadinya proses timbal balik antara pasar baru yang diperoleh dengan pemanfaatan e-commerce, demikian juga hubungan timbal balik antara perusahaan dengan pemasok, konsumen dan partner kerjanya. Hubungan perusahaan dengan pemasok dan partner kerjanya akan memunculkan peluang terciptanya proses bisnis baru, sedangkan hubungan perusahaan dengan konsumen dan partner kerjanya akan memunculkan peluang terciptanya jasa & produk baru yang dihasilkan oleh perusahaan.

Usaha di dunia nyata dan dunia maya (melalui internet dan website) sebenarnya mempunyai kemiripan, namun ada pula perbedaan mendasar. Katakanlah kita ingin berjualan buku. Bila melakukan bisnis buku di dunia nyata, kita harus menyewa ruko, bayar biaya keamanan, listrik dan telpon, keluar tenaga lebih untuk aktivitas dalam /luar toko, sehingga secara mendasar membutuhkan investasi besar. Belum lagi potensi resiko yang akan dihadapi sewaktu-waktu jika ruko tersebut terbakar ataupun kemalingan. Maka hilanglah semua modal yang ada dalam ruko.

Berbeda jika kita jual buku tersebut melalui dunia maya. Kita cukup menyediakan website, internet, telpon dan segelas kopi serta makanan ringan untuk berjualan, serta mayoritas aktivitas tanpa harus meninggalkan tempat duduk, sehingga secara mendasar, modal yang dikeluarkan cukup kecil. Bagaimana jika data-data tersebut hilang ?. Setiap server tempat menyimpan data-data jualan biasanya mempunyai offsite /mirror backup. Sehingga cukup meminta untuk restore backup, toko kita online lagi.

Bila kita bicara potensi pengguna internet, data-data dari APJII (Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia) dan Internet World Stats cukup mencengangkan. Pengguna internet Indonesia di tahun 2000 cuma 2 juta pengguna saja, sedangkan data terakhir tahun 2008, pengguna internet Indonesia sudah mencapai 25 juta. Peningkatan sebanyak 1.150 % dari jumlah penduduk Indonesia yang saat ini sudah mencapai 230 juta (menurut Badan Statistik Indonesia). Sedangkan pengguna internet dunia adalah 1.463.632.361. Bilangan yang cukup berpotensi. Bila kita mengacu kepada pola pendidikan saat ini, institusi pendidikan sudah mengenalkan internet sejak SD. Pemerintah sendiri memacu pengguna internet dengan mengakui adanya komunitas Blogger Indonesia, menekan biaya internet kepada para penyelenggara jasa internet untuk menurunkan harga dan kegiatan-kegiatan teknologi informasi lainnya.

2.3.   Hambatan dan Peluang Dari E-Commerce

Pengimplementasian e-commerce di Indonesia masih harus menempuh jalan yang panjang dan berliku. Berbagai hambatan yang ada dalam pengimplementasiannya dapat berupa teknis dan non-teknis yang kesemua itu membutuhkan kerjasama yang utuh antara pemerintah, pengembang dari                   e-commerce, pebisnis dan para konsumen pemanfaatnya. Seperti produk-produk teknologi informasi lainnya seperti juga e-government, e-commerce masih membutuhkan waktu yang lama untuk dapat dikenal dan diterima di Indonesia. Berbagai hambatan tersebut dapat diklasifikasikan sebagai berikut:
1.      Dukungan pemerintah. Dukungan pemerintah yang masih belum jelas ditambah dengan belum adanya kebijakankebijakan yang mendukung perkembangan dari e-commerce ini dikeluarkan, belum jelasnya deregulasi dari system teknologi informasi khususnya internet yang merupakan salah satu tulang punggung dari perkembangan e-commerce, perbaikan sistem pabeanan dan deregulasi dalam ekspor impor barang.
2.      Perkembangan infrastruktur yang lambat. Salah satu hambatan utama adalah masih kurangnya insfrastrukur yang ada dan belum merata kepelosok Indonesia. Dibutuhkan keseriusan pemerintah untuk secara bertahap membangun infrastrukur yang baik dan terprogram sehingga secara bertahap, rakyat Indonesia mulai dapat dikenalkan dengan internet sebagai salah satu hasil dari perkembangan teknologi informasi dengan biaya yang murah dan terjangkau.
3.      Kurangnya sumber daya manusia. Kurangnya SDM Indonesia yang benar-benar menguasai sistem e-commerce ini secara menyeluruh, yang tidak saja menguasai secara teknis juga non-teknis seperti sistem perbankan, lalu lintas perdagangan hingga sistem hukum yang berlaku. Salah satu alasan yang cukup utama yaitu masih kurangnya ketersediaan informasi, mulai dari buku-buku referensi, jurnal, majalah /tabloid yang membahas tentang e-commerce juga sarana pendidikan, seminar, workshop hingga pusat-pusat pengembangan yang dibangun antara pemerintah, pusat-pusat pendidikan dan tenaga ahli di bidang e-commerce.
4.      Dukungan dari institusi finansial seperti bank dan asuransi. Belum banyaknya bank yang telah membangun system ’electronic banking’ nya dengan baik, selain itu perbankan Indonesia juga masih sulit untuk melakukan transaksi dengan menggunakan mata uang lain, apalagi dalam jumlah nilai yang kecil serta belum adanya pihak ketiga sebagai penjamin transaksi secara online yang benar-benar berada di Indonesia.
5.      Perbaikan sistem perdagangan yang ada. Adanya keseriusan dari pemerintah untuk menderegulasi system perdagangan yang memberi kesempatan luas bagi berkembangnya UKM, sistem jaringan pengiriman yang baik dan aman, tidak adanya gangguan diperjalanan dan di institusi yang berhubungan dengannya seperti pelabuhan, pintu-pintu perbatasan dan international airport. Serta yang paling penting deregulasi di bidang ke pabeanan dan pajak yang mendukung sistem e-commerce ini berkembang. Kesemuanya itu bukanlah penghalang yang menjadi hambatan bagi perkembangan e-commerce di Indonesia, diharapkan sekali hambatan tersebut menjadi poin penting untuk mulai mengembangkan e-commerce di Indonesia. Sedangkan jika kita melihat peluang-peluang yang ada, kesemuanya itu tentunya diharapkan memberikan energi atau semangat khusus bagi semua pihak bahwa sebenarnya e-commerce dapat menjadi solusi baru bagi ketertinggalan kita disemua bidang selama ini, seperti:
6.      Jumlah penduduk Indonesia yang besar merupakan pangsa pasar yang masih dapat banyak digarap.
7.      Kondisi geografis yang sangat mendukung berkembangnya e-commerce, dengan begitu banyaknya pulau-pulau yang tersebar diseluruh nusantara, e-commerce merupakan salah satu jalan terbaik untuk meningkatkan bisnis antar pulau
8.      Begitu banyaknya bahan alam yang dapat diolah menjadi produk-produk yang bagus dan istimewa.
9.      Begitu banyaknya adat-istiadat dan budaya yang ada, merupakan sumber inspirasi bagi perkembangan usaha kerajinan yang dapat menjadi sumber perdagangan dan komoditi pariwisata jika dikelola dengan baik.

2.4.  Dampak E-Commerce Terhadap Praktisi Bisnis

E-Commerce berdampak pada akselerasi pertumbuhan direct marketing yang secara tradisional berbasis mail order (katalog) dan telemarketing. Dengan kemunculan e-commerce memberikan beberapa dampak positif bagi aktivitas pemasaran, diantaranya :
1.       Memudahkan promosi produk dan jasa secara interaktif dan real time melalui saluran komunikasi langsung via internet.
2.       Menciptakan saluran distribusi baru yang bisa menjangkau lebih banyak pelanggan di hampir semua belahan dunia.
3.       Memberikan penghematan signifikan dalam hal biaya pengiriman informasi dan produk terdigitalisasi (contohnya: perangkat lunak dan musik).
4.       Menekan waktu siklus dan tugas-tugas administratif (terutama untuk pemasaran internasional) mulai dari pesanan hingga pengiriman produk.
5.       Layanan pelanggan yang lebih responsif dan memuaskan, karena pelanggan bisa mendapatkan informasi lebih rinci dan merespon cepat secara online.
6.       Memfasilitasi mass customization yang telah diterapkan pada sejumlah produk seperti komputer (Dell Computer Inc.), kosmetik (www.reflect.com), mobil, rumah, permata. Bingkisan hadiah (gift), kartu ucapan, bunga, asuransi, jasa perjalanan wisata, buku, CD, mebel, arloji, T-shirt, dan berbagai macam produk lainnya.
7.       Memudahkan aplikasi one-to-one atau direct advertising yang lebih efektif dibandingkan mass advertising.
8.       Menghemat biaya dan waktu dalam menangani pesanan, karena sistem pemesanan elektronis memungkinkan pemrosesan yang lebih cepat dan akurat.
9.       Menghadirkan pasar maya/virtual (marketspace) sebagai komplemen pasar tradisional (marketplace). Dalam hal transformasi organisasi, e- commerce mengubah karakteristik pekerjaan, karir, dan kompensasi. E- commerce menuntut kompetensi, komitmen, kreativitas, dan fleksibilitas karyawan dalam beradaptasi dengan setiap perubahan lingkungan yang ramping; bercirikan pemberdayaan dan desentralisasi wewenang, beranggotakan knowledge based workers; mampu beradaptasi secara cepat dengan teknologi baru dan perubahan lingkungan (learning organisation); mampu dan berani bereksperimen dengan produk, jasa, maupun proses baru; dan mampu mengelola perubahan secara strategik. Sedangkan dalam hal redefinisi organisasi, e- commerce memunculkan model bisnis baru yang berbasis jasa online di marketspace. Hal ini bisa berdampak pada redefinisi misi organisasi dan cara organisasi menjalankan bisnisnya. Perubahan ini antara lain meliputi peralihan dari sistem produksi massal menjadi pemanufakturan just in time (JIT) yang lebih customized, integrasi berbagai sistem fungsional (seperti produksi, keuangan, pemasaran, dan sumber daya manusia)1, baik secara internal maupun dengan mitra bisnis dan pelanggan; penerapan sistem pembayaran baru, seperti electronic cash; penguasaan sistem informasi dan teknologi mutakhir; dan penerapan sistem belajar dan pelatihan online.

2.5.Contoh Kasus

Banyak took-toko online bermunculan di internet, salah satunya itu yang dibuat oleh usaha clothing atau biasa dikenal Distro. MONOCHROME DENIM namanya beralamat di Jalan Merdeka No.163 Cimone, Tanggerang. Disana menjual berbagai pakaian, aksesoris, dan lain-lain.
A.    Mekanisme Pemilihan Barang
Pada proses pembelian barang diawali dengan pemilihan barang terlebih dahulu, setiap barang yang akan kita ingin beli kita masukan ke CART atau bisa dianalogikan sebagai keranjang belanja.
B.     Mekanisme Pembayaran
Setelah selesai memilih barang apa saja yang ingin dibeli, selanjutnya pilih menu CART , di halaman CART akan terlihat rincian dan jumlah harga barang-barang yang kita pilih. Untuk melanjutkan ke proses pembayaran, pilih menu CHEK OUT, pada halaman CHEK OUT ini kita diharuskan mengisi form yang berisi tentang nama, alamat, nomor telepon, email kita (pembeli), alamat kemana barang akan dikirim, ke rekening mana uang akan ditransfer (tersedia pilihan rekening penjual), setelah itu SUBMIT. Setelah SUBMIT akan muncul halaman yang menampilkan nomor order, tanggal order, nama jasa pengiriman barang, cart subtotal, total harga yang harus dibayarkan, customer details, dan nomor resi (akan muncul jika sudah dikirim).
C.     Mekanisme Konfirmasi
Untuk konfirmasi pembayaran bisa dilakukan dengan menghubungi telepon atau email si penjual.



BAB III

PENUTUP


3.1.Kesimpulan

Untuk menjalankan bisnis terutama bidang penjualan barang dan jasa, pelaku bisnis harus menggunakan teknologi e-commerce ini guna mencapai tujuan yang diinginkan karena dengan menggunakan e-commerce ini banyak keuntungan yang bisa diperoleh. Keuntungan-keuntungan tersebut antara lain memudahkan promosi produk, menciptakan saluran distribusi baru, memberikan penghematan signifikan dalam hal biaya pengiriman informasi dan produk terdigitalisasi, menekan waktu siklus dan tugas-tugas administrasi (terutama untuk pemasaran internasional) mulai dari pesanan hingga pengiriman produk dan masih banyak lagi keuntungan-keuntungan yang dapat diperoleh seperti yang telah dijelaskan sebelumnya. Hal yang perlu diperhatikan dalam penggunaan e-commerce di dunia bisnis yaitu dari segi keamanannya. Semakin maraknya cyber crime saat ini dibutuhkan tingkat pengamanan yang bagus yang dapat dilakukan dengan penggunaan one time password, melakukan konsultasi dengan konsultan keamanan dan dapat dilakukan dengan menggunakan teknik kriptography, dan lain-lain.


DAFTAR PUSTAKA













Kamis, 17 Oktober 2013

Pointer dan Memori Dinamis



MATERI
POINTER DAN MEMORI DINAMIS
Kompetensi:
Mampu memahami konsep pointer beserta penggunaanya

Indikator:
1.      Mampu mendeklarasikan pointer.
2.      Mampu menggunakan pointer dalam program

Operator Reference (&)
Digunakan untuk mengetahui alamat memori yang ditempat oleh suatu variabel.


Perbedaan pointer dengan variable biasa


Pointer
Variabel biasa (bukan pointer)
Deklarasi variabel
int *a;
int b;
Alamat memori
Tidak otomatis
Otomatis
Mengetahui alamat memori
A
&b
Mengetahui datanya
*a
b




Untuk lebih lengkap dan lebih jelas, langsung ajjah download filenya yaa gan, kecil kok zisenya :DDownload